Cite This        Tampung        Export Record
Judul Masa lalu pemenangnya / Atina Fitrotul Ngizzah
Pengarang Atina Fitrotul Ngizzah
Ikhsan Mujtaba (editor)
Penerbitan Yogyakarta : Kaizen Sarana Edukasi, 2024
Deskripsi Fisik viii, 151 hlm.; 21 cm.
ISBN 978-623-8526-42-0
Subjek Fiksi Indonesia
Abstrak “Gilak… demi apa coba kevin bilang gitu ke gue. Jadinya gue yang baper sampe sekarang, aarggh gue kenapa lagi dari tadi nggak berhenti senyum deh kalau keinget wajahnya yang ganteng. Apalagi ditambah senyumannya yang manis, bweeeh manisnya ngalahin gula wkwkw bikin hati gue meleleh. Emang bwoleh Kevin se-sosweet itu , huuaaaaaa mamaaa”, teriak Putri di akhir kalimatnya. Putri berbalik tengkurap, menenggelamkan wajahnya ke bantal lalu kedua tangan dan kakinya terus meninju kasur untuk meluapkan rasa senangnya. CEKLEK “Put, astaga Putri kamu ini kenapa sih. Kasian itu lho kasurnya di pukuli terus”, ucap Namira geleng-geleng kepala melihat Putri tengah memukuli Kasur.
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Fiksi (tidak dijelaskan secara khusus)
Target Pembaca Remaja

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
B014654.1 899.221 3 ATI m Dapat dipinjam Perpustakaan Pusat - Ruang Baca Dewasa Tersedia
B014654.2 899.221 3 ATI m Dapat dipinjam Perpustakaan Pusat - Ruang Baca Dewasa Tersedia
B014654.3 899.221 3 ATI m Dapat dipinjam Perpustakaan Pusat - Ruang Baca Dewasa Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000015010
005 20251215012858
008 251215################d##########1#ind##
020 # # $a 978-623-8526-42-0
035 # # $a 0010-1225000037
082 # # $a 899.221 3
084 # # $a 899.221 3 ATI m
100 0 # $a Atina Fitrotul Ngizzah
245 1 # $a Masa lalu pemenangnya /$c Atina Fitrotul Ngizzah
260 # # $a Yogyakarta :$b Kaizen Sarana Edukasi,$c 2024
300 # # $a viii, 151 hlm.; 21 cm.
520 # # $a “Gilak… demi apa coba kevin bilang gitu ke gue. Jadinya gue yang baper sampe sekarang, aarggh gue kenapa lagi dari tadi nggak berhenti senyum deh kalau keinget wajahnya yang ganteng. Apalagi ditambah senyumannya yang manis, bweeeh manisnya ngalahin gula wkwkw bikin hati gue meleleh. Emang bwoleh Kevin se-sosweet itu , huuaaaaaa mamaaa”, teriak Putri di akhir kalimatnya. Putri berbalik tengkurap, menenggelamkan wajahnya ke bantal lalu kedua tangan dan kakinya terus meninju kasur untuk meluapkan rasa senangnya. CEKLEK “Put, astaga Putri kamu ini kenapa sih. Kasian itu lho kasurnya di pukuli terus”, ucap Namira geleng-geleng kepala melihat Putri tengah memukuli Kasur.
650 # # $a Fiksi Indonesia
700 0 # $a Ikhsan Mujtaba (editor)
990 # # $a 025.4708/PC/25
990 # # $a 025.4709/PC/25
990 # # $a 025.4710/PC/25
Content Unduh katalog