Cite This        Tampung        Export Record
Judul Aku benci hujan / Ari Keling
Pengarang Ari Keling
F. Wiwin (editor)
Penerbitan Yogyakarta : Andi, 2025
Deskripsi Fisik viii, 270 hlm.; 19 cm.
ISBN 978-623-8419-21-0
Subjek Fiksi Indonesia
Abstrak Sebuah novel tentang salah satu penyakit autoimun yang menyerang lebih banyak perempuan ketimbang laki-laki. Penyakit yang dialami Kanaya bukan hanya mengubah fisiknya, melainkan juga hati dan pikirannya, serta pandangan orang-orang di sekitarnya. Dia dijauhi teman-temannya karena merasa jijik dan takut tertular. Dia kehilangan cinta pertamanya karena tak cantik lagi. Dia harus bolak-balik ke rumah sakit untuk menjalani banyak pemeriksaan dan mengonsumsi obat-obatan sampai waktu yang tidak ditentukan. Fakta bahwa sakitnya belum bisa disembuhkan membuatnya didera keputusasaan. Namun, sekali lagi dia bertemu seorang cowok yang membuatnya berharap bisa kembali hidup normal, sementara di sisi lain penyakit itu telah membuatnya takut jatuh cinta atau menjalin hubungan asmara. Apa yang sebenarnya terjadi pada batin Kanaya? Apakah harapan sembuh itu masih ada?
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Fiksi (tidak dijelaskan secara khusus)
Target Pembaca Remaja

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
B014518.1 899.221 3 ARI a Dapat dipinjam Perpustakaan Pusat - Ruang Baca Dewasa Tersedia
B014518.2 899.221 3 ARI a Dapat dipinjam Perpustakaan Pusat - Ruang Baca Dewasa Tersedia
B014518.3 899.221 3 ARI a Dapat dipinjam Perpustakaan Pusat - Ruang Baca Dewasa Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000014874
005 20251007105131
008 251007################d##########1#ind##
020 # # $a 978-623-8419-21-0
035 # # $a 0010-1025000014
082 # # $a 899.221 3
084 # # $a 899.221 3 ARI a
100 0 # $a Ari Keling
245 1 # $a Aku benci hujan /$c Ari Keling
260 # # $a Yogyakarta :$b Andi,$c 2025
300 # # $a viii, 270 hlm.; 19 cm.
520 # # $a Sebuah novel tentang salah satu penyakit autoimun yang menyerang lebih banyak perempuan ketimbang laki-laki. Penyakit yang dialami Kanaya bukan hanya mengubah fisiknya, melainkan juga hati dan pikirannya, serta pandangan orang-orang di sekitarnya. Dia dijauhi teman-temannya karena merasa jijik dan takut tertular. Dia kehilangan cinta pertamanya karena tak cantik lagi. Dia harus bolak-balik ke rumah sakit untuk menjalani banyak pemeriksaan dan mengonsumsi obat-obatan sampai waktu yang tidak ditentukan. Fakta bahwa sakitnya belum bisa disembuhkan membuatnya didera keputusasaan. Namun, sekali lagi dia bertemu seorang cowok yang membuatnya berharap bisa kembali hidup normal, sementara di sisi lain penyakit itu telah membuatnya takut jatuh cinta atau menjalin hubungan asmara. Apa yang sebenarnya terjadi pada batin Kanaya? Apakah harapan sembuh itu masih ada?
650 # # $a Fiksi Indonesia
700 0 # $a F. Wiwin (editor)
990 # # $a 025.4252/PC/25
990 # # $a 025.4253/PC/25
990 # # $a 025.4254/PC/25
Content Unduh katalog