Cite This        Tampung        Export Record
Judul Saya bukan siapa-siapa : Rekam jejak Retno Marsudi / Luki Aulia
Pengarang Luki Aulia
B. Josie Susilo
Penerbitan Jakarta : Penerbit Buku Kompas, 2024
Deskripsi Fisik viii, 120 hlm.; 23 cm.
ISBN 978-623-160-722-5
Subjek Negarawan
Wanita - Biografi
Retno Marsudi
Abstrak ”Dunia ini dinamis, hari ini kita menyelesaikan satu, besoknya dua, dua kita selesaikan, besoknya muncul lagi. Tetapi, at least banyak yang sudah kita lakukan di empat prioritas politik luar negeri Indonesia, baik dari sisi perlindungan perbatasan, perlindungan WNI, penguatan diplomasi ekonomi, dan kontribusi kita ke dunia. Kalau tiga pertama ini merepresentasikan kepentingan nasional, sementara yang keempat adalah merepresentasikan kontribusi kita kepada dunia,” kata Retno menambahkan. Hal itu yang membuat Retno yakin, praktik politik luar negeri Indonesia tidak fokus hanya mengurus kepentingan sendiri. ”Kalau kita inward looking, saya kira pada saat kontestasi di Dewan Keamanan PBB, pastinya nama Indonesia sudah hilang. Kalau kita betul-betul inward looking. Kita cuek, tidak main, tidak bergaul, hilang pasti.
Bahasa Indonesia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Dewasa

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
B014392.1 923.2 LUK s Dapat dipinjam Perpustakaan Pusat - Ruang Baca Dewasa Tersedia
B014392.2 923.2 LUK s Dapat dipinjam Perpustakaan Pusat - Ruang Baca Dewasa Tersedia
B014392.3 923.2 LUK s Dapat dipinjam Perpustakaan Pusat - Ruang Baca Dewasa Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000014747
005 20250805121348
008 250805################e##########0#ind##
020 # # $a 978-623-160-722-5
035 # # $a 0010-0825000012
082 # # $a 923.2
084 # # $a 923.2 LUK s
100 0 # $a Luki Aulia
245 1 # $a Saya bukan siapa-siapa : $b Rekam jejak Retno Marsudi /$c Luki Aulia
260 # # $a Jakarta :$b Penerbit Buku Kompas,$c 2024
300 # # $a viii, 120 hlm.; 23 cm.
520 # # $a ”Dunia ini dinamis, hari ini kita menyelesaikan satu, besoknya dua, dua kita selesaikan, besoknya muncul lagi. Tetapi, at least banyak yang sudah kita lakukan di empat prioritas politik luar negeri Indonesia, baik dari sisi perlindungan perbatasan, perlindungan WNI, penguatan diplomasi ekonomi, dan kontribusi kita ke dunia. Kalau tiga pertama ini merepresentasikan kepentingan nasional, sementara yang keempat adalah merepresentasikan kontribusi kita kepada dunia,” kata Retno menambahkan. Hal itu yang membuat Retno yakin, praktik politik luar negeri Indonesia tidak fokus hanya mengurus kepentingan sendiri. ”Kalau kita inward looking, saya kira pada saat kontestasi di Dewan Keamanan PBB, pastinya nama Indonesia sudah hilang. Kalau kita betul-betul inward looking. Kita cuek, tidak main, tidak bergaul, hilang pasti.
650 # # $a Negarawan
650 # # $a Retno Marsudi
650 # # $a Wanita - Biografi
700 0 # $a B. Josie Susilo
990 # # $a 025.3826/PC/25
990 # # $a 025.3827/PC/25
990 # # $a 025.3828/PC/25
Content Unduh katalog