01924 2200241 4500001002100000005001500021035002000036245007900056100001800135300002700153700003700180260003600217082001100253084001700264020001800281650003100299650002400330520123000354008004101584990001901625990001901644990001901663INLIS00000000001456720260211125506 a0010-01250000241 aSumatera tempo doeloe :bDari Marco Polo sampai Tan Malaka /cAnthony Reid1 aReid, Anthony axxiv, 424 hlm.; 24 cm.0 aTim Komunitas Bambu (penerjemah) aDepok :bKomunitas Bambu,c2010 a959.81 a959.81 REI s a978-3731-94-x aSumatera -- Keadaan sosial aSumatera -- Sejarah aBuku ini berisi kumpalan fragmen dari catatan perjalanan para penjelajah yang pernah menginjakkan kaki secara langsung ke tanah Sumatera. Buku ini memuat sejumlah cerita tentang Sumatera masa lalu. Begitu jauh ke masa lalu, sampai-sampai kesaksian perjalanan yang telah diseleksi sedemikian rupa ini memulai perkisahannya dari abad ke-9 dan berakhir pada abad ke-20. Tetapi buku ini tidak hanya berisi uraian umum perihal kondisi Sumatera pada masing-masing periode. Disini, dimasukkan juga pengamatan atas seluk beluk daerah yang dikunjungi maupun tingkah pola masyarakatnya. Didalam buku ini akan banyak menemukan banyak uraian yang tidak muncul dalam tulisan-tulisan sejarah yang sifatnya resmi, misalnya penggambaran Marco Polo yang menyangka menemukan unicorn di Sumatera. Lain lagi dengan John Davis, petualang Inggris yang menggambarkan Sultan Alau’ddin Ri’ ayat Syah al-Mukammil dengan sangat karikatural sebagai Sultan Aceh yang tidak melakukan apa pun sepanjang hari selain makan dan minum. Ada pula kesaksian-kesaksian yang membuat ketawa, seperti ketika Friedrich Schnitger menggambarkan permusuhannya dengan raja lokal gara-gara kesal profesinya sebagai antropolog di cemooh dengan julukan ‘dokter batu’.260211 e 0 ind  a024.3254/PC/24 a024.3255/PC/24 a024.3256/PC/24