01659 2200217 4500001002100000005001500021035002000036245014600056100002500202300002400227260003600251082001400287084002000301020002200321650004300343520095700386008004101343990001901384990001901403990001901422INLIS00000000001449120241029110756 a0010-10240000311 aBengawan Solo purba, benarkah dulu ada? :bSebuah penelitian Geologi pada cekungan Baturetno di Wonogiri, Jawa Tengah /cPurna Sulastya Putra0 aPurna Sulastya Putra ax, 128 hlm.; 20 cm. aYogyakarta :bDeepublish,c2015 a551.028 5 a551.028 5 PUR b a978-602-280-564-9 aGeologi -- Pengolahan dan Analisa Data aBuku ini berisi hasil penelitian geologi pada bagian barat Cekungan Baturetno di Wonogiri, Jawa Tengah, untuk mengungkap sejarah pengendapan Formasi Baturetno. Pada tahun 2013, Pegunungan Selatan yang membentang di wilayah Gunung Kidul (DIY), Wonogiri (Jawa Tengah) dan Pacitan (Jawa Timur) ditetapkan oleh Komite Nasional Geopark Indonesia menjadi kawasan taman bumi (geopark) dengan nama Geopark Gunung Sewu yang meliputi wilayah seluas 1.802 km2. Geopark Gunung Sewu ini juga diusulkan oleh pemerintah agar menjadi bagian dari global geopark network sebagai situs warisan dunia. Meskipun sudah ditetapkan sebagai geopark, namun banyak sekali permasalahan kebumian yang belum terpecahkan. Salah satunya adalah mengenai misteri keberadaan Sungai Bengawan Solo Purba dan hubungannya dengan Danau Baturetno Purba. Hal ini disebabkan fokus penelitian geologi di wilayah ini umumnya dilakukan pada formasi-formasi yang berumur lebih tua dari Plistosen.241029 e 0 ind  a024.3029/PC/24 a024.3030/PC/24 a024.3031/PC/24